kamiSelalu melakukan Update Info pada Instagram terlebih dahulu. dan Jika mencari Versi No Sensor ada di Wattpad kami
Instagram : @antimainstreamstudio1

Sunday, May 27, 2018

Apakah Salah Jika kakakku adalah Seorang Pelac*r? Chapter 1-Awal dari Segala Kesalahanku-Part 1

Apakah Salah Jika kakakku adalah Seorang Pelac*r? Chapter 1-Awal dari Segala Kesalahanku-Part 1


Pada kesempatan ini Anti Mainstream Studio akan mengupload Apakah Salah Jika kakakku adalah Seorang Pelac*r? Chapter 1-Awal dari Segala Kesalahanku-Part 1


By : admin A.K.A Kasumigaoka, Utaha & Sawamura, Eriri Spencer


***
Minggu ke-4 Bulan ke-3 Tahun 3756 Kalender Ras Manusia.

          Kayu-kayu patah, hawa panas dari api, perabotan rumah berserakan dimana-mana, orang-orang berlarian kesana kemari, teriakan orang yang bersaut-sautan, itu semua adalah hal yang sedang terjadi di depan mata seorang anak laki-laki kecil berumur 6 tahun ini.  “pangeran, saya mohon tetaplah berada di dekat saya. Saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan anda,”ucap Myria, seorang komandan dari pasukan kerajaan yang saat ini sedang melaksanakan misi untuk menghancurkan bangunan penuh dosa atau biasa disebut rumah pr*stitusi yang berada di wilayah kerajaan mereka.

          3 jam telah berlalu,  sekarang bangunan pr*stitusi itu sudah hancur dan hanya tersisa puing-puingnya saja. untuk orang-orang yang melakukan aktivitas di bangunan ini sudah kabur terlebih dahulu sejak rumor kedatangan pasukan kerajaan akan datang. mungkin itulah yang dipikirkan semua orang, namun terlihat sesosok anak perempuan kecil yang terkapar lemas dibawah ranjang salah satu kamar. Sang pangeran bukannya diam, dan membiarkan orang dewasa yang mengurusnya, namun dia malah mendekati sesosok anak perempuan itu. Yang dilihatnya adalah tubuh penuh darah, luka, dan memar. Jika diperhatikan baik-baik anak perempuan ini berumur 11 tahun. Tubuhnya sangat berantakan, dan rambutnya yang acak-acakkan. Dan yang paling mengenaskannya dia sama sekali tidak mengenakan b*ju sedikitpun, dan terlihat banyak jarum s*ntik yang diisi oleh cairan penggug*r keh*milan. Memang sungguh ironis sekali, tapi memang itulah faktanya, dan tidak dapat dipungkiri sama sekali bahwa dia juga termasuk salah satu pekerja dari bangunan ini. Anak perempuan itu hanya menatap balik dengan tatapan kosong seperti tidak ada kemauan untuk hidup lagi di dalam dirinya. 

          -Saasshh....sebuah replika bayangan tiba-tiba terbentuk di penglihatan sang pangeran dan replika tersebut bertindihan dengan anak perempuan itu. Memang ini sangat cepat sekali, tapi ketika melihat perempuan ini, dalam sepersekian detik sang pangeran melihat kembali kakaknya yang telah meninggal.  Melihat bayangan tersebut, benar-benar membuat hatinya tidak dapat menahan rasa sedih. Dia jongkok didepannya, lalu melepas kain yang ia gunakan yang mirip seperti jas, dan menutup tubuh perempuan itu dengan lembut.

          Jas kerajaan adalah salah satu barang bangsawan yang sangat disegani tidak sembarang orang boleh untuk menyentuhnya apalagi memakainya. Melihat aksi pangeran tersebut, sontak membuat Myria, benar-benar terkejut. “Pangeran! Ini adalah jas suci anda, dan sampah sepertinya tidak pantas untuk menyentuh jas ini apalagi memakainya,” sambil Myria menarik  jas yang telah menutup tubuh anak kecil perempuan itu dengan sangat kasar sekali. 

          Bukannya pangeran ini tidak tahu, tapi hati polosnya lah yang mengabaikan hal tersebut, dan di lain sisi juga ada yang membuatnya melakukan tindakan tersebut. Pangeran itu mengambil lagi jas yang ditarik oleh Myria, dan menutup kembali tubuh perempuan itu mengenakan jasnya dengan lembut. “Myria, aku paham apa maksudmu. kamu melakukan ini agar statusku tidak turun jika orang lain melihatku melakukan ini. Tapi jika kakak berada di posisinya, aku ingin ada seseorang yang menolongnya, setidaknya melakukan hal yang barusan aku lakukan,”ucap sang pangeran yang masih jongkok di depan anak perempuan tak berdaya itu. 

          Myria terdiam seribu bahasa mendengar pangerannya mengatakan hal tersebut. Dia benar-benar tahu bagaimana kesedihan pangeran ketika di tinggal mati oleh kakak perempuannya. Rasa tidak tega perlahan-lahan semakin meluas di dalam diri Myria yang terkenal keras, dan tegas. “lalu apa yang ingin anda lakukan,pangeran?”tanya Myria yang kali ini dengan sangat lembut. 

          “Aku akan mengangkatnya sebagai kakakku, dan akan kujaga dia sampai kapanpun juga,”ucap sang pangeran sambil menatap perempuan ini dengan sedih.

          “.....Akan saya usahakan yang terbaik, pangeran,”ucap Myria sambil menundukkan setengah badannya. dari jawaban Myria barusan, terdapat jeda yang sangat jelas sebelum perkataan tersebut terucapkan, dan itulah keraguan yang dimiliki Myria mengenai permintaan mustahil dari sang pangeran.


***

Minggu ke-3 Bulan ke-5 Tahun 3768 Kalender Ras Manusia

          Hembusan angin sepoi-sepoi dari altar luar lantai 23 akademi sihir dan luasnya pemandangan indah yang terbentang luas didepanku menjadi penghiburku sembari menunggu kedatangan seseorang.

          Terdengar langkah kaki yang terburu-buru datang dari belakangku. Lalu diikuti oleh suara perempuan yang benar-benar lembut, “Mohon maaf saya telat, tuan,”ucap kak Aschia sambil menundukkan setengah badannya, sembari tangannya menahan rambutnya yang tersibak oleh angin. Kulit nya benar-benar putih seputih salju, Matanya berwarna coklat natural, dan bibirnya berwarna merah muda kemerah-merahan yang sangat menawan. Rambutnya yang digerai lurus kebawah sepanjang bahu agak kebawah sedikit, diikat oleh sebuah ikat kepala berwarna hijau dengan motif garis kuning dan beberapa hiasan liontin yang menggantung di bawahnya. Gabungan semua hal itu, merupakan hal yang benar-benar sempurna. Kak aschia benar-benar populer di akademi sihir ini, tidak ada yang tidak tahu dirinya. Kepopulerannya bukan hanya karena kejeniusannya saja, melainkan juga karena kecantikannya yang dapat memikat seluruh laki-laki.

          “tidak apa-apa,” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum, “lagipula ini kan masih jam istirahat.” Kak Aschia lalu duduk di sampingku tanpa menjawab perkataanku, kemudian mengeluarkan 2 bekal yang dia bawa, dan memberikan satu kepadaku.  “Terimakasih, kak,” ucapku sambil mengambil kotak makanan itu.

          “Maaf...,”ucap kak Aschia dengan pelan.

          Bukannya bilang “sama-sama”, tapi dia malah minta maaf. Ini sudah bukan pertama kalinya kak Aschia meminta maaf secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas. dan dari dulu hanya inilah sifat kak Aschia yang tidak pernah berubah sama sekali. Aku menghela nafas berat, “kan mulai lagi,” ucapku agak jengkel, “aku tidak merasa Kakak pernah berbuat salah padaku, jadi jangan minta ma–.” 

          Tiba-tiba Kak Aschia memutus perkataanku . “Maaf... karena permintaan egois saya, tuan tidak bisa makan bersama teman-teman tuan,” ucap Kak Aschia dengan nada bersalah sambil menundukan kepalanya.

          Aku mengaruk-nggaruk kepala bagian belakangku, “ayolaaah! kita sudah membahas ini berkali-kali, bahkan sampai aku bosan.” Aku mengenyampingkan badanku dan menatap matanya dengan serius, “Memang benar ini pemintaan kakak! Tapi jauh daripada itu, aku juga ingin makan bersama Kak Aschia. Malahan aku bersyukur karena, aku bisa memiliki waktu berduaan dengan kakak, meski sebenarnya jadwal kakak benar-benar sibuk.” Aku mengambil kotak makanan yang ada ditangan Kak Aschia, dan membuka tutup kotak makanan itu. “Jadi jangan minta maaf terus, aku bosan, tahu! Yuk makan, keburu nanti isirahatnya habis,” ucapku tersenyum sambil menyodorkan kotak makannya padanya.

          “Terimakasih, tuan,” ucap Kak Aschia sambil tersenyum juga. 

          Memang benar bahwa Kak Aschia tersenyum, tapi senyumannya yang dulu ku kenal sudah tidak pernah kulihat lagi semenjak 5 tahun lalu. Senyuman yang benar-benar indah, tulus, dan menenangkan itu, seperti sama sekali tidak pernah ada dalam ingatannya.....

          Seperti biasaya kami bercanda dan berbincang-bincang, dan tidak terasa bel telah berbunyi, dan menunjukkan bahwa jam istirahat telah selesai. “Oh iya, kak. Nanti jadi kan nemenin aku ke rumah kakek sama nenek?” tanyaku.

          “jadi kok, tuan,” ucapnya tersenyum, “saya juga biasanya ada di rumah, jadi datang kapan aja sesuka tuan.”

          “Iya, sih. Tapi kan gak menutup kemungkinan jika kakak tiba-tiba gak ada dirumah, karena rapat dadakan. Tahu sendiri kan, apa yang akan terjadi jika aku dan kakek bertemu tanpa ada kakak,” aku sedikit mencemberutkan bibirku. Karena kesal harus mengulang kata-kata ini lagi.  Mendengar jawabanku membuat Kak Aschia tertawa. Senyumannya benar-benar manis, tapi tetap saja itu bukan senyuman yang dulu kukenal. “Asshh....malah ketawa,” ucapku dengan nada datar dan wajah jengkel, “gimana? nanti jadi kan nunggu di taman Erystacia setelah bel pulang?”

          Kak Aschia menurunkan tawanya, “Iya, tuan. saya akan menunggu di taman Erystacia setelah bel pulang,” jawabnya sambil tersenyum.

          Setelah itu kami berpisah, aku menuju kelas sihir untuk belajar, sedangkan kak Aschia untuk mengajar sihir.


***

Minggu ke-1 Bulan ke-4 Tahun 3756 Kalender Ras Manusia.

          Saat pertama kalinya aku membawa anak perempuan itu datang ke sini, Hampir seluruh penghuni istana terkejut, bahkan termasuk Sang Raja, ayahku. Penolakan tersebut dikarenakan dia berasal dari Rumah pr*stitusi, dan dengan adanya dia di sini itu hanya akan mencoreng nama baik istana. Tapi masa bodoh bagiku, aku sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. 

          Seminggu berlalu sejak perawatan kakak perempuan ini untuk membuatnya sadar kembali. kulit memar, dan segala luka ditubuhnya sudah hampir sembuh, namun tatapan kosong yang seakan-akan tidak punya kemauan untuk hidup masih menempel erat di wajahnya. Saat ini, hanya ada aku, kakak ini, Myria, dan Eizell yang berada di ruangan ini. Myria sendiri adalah wakil dari familiaku, sedangkan Eizell adalah mantan wakil dari familia kakak perempuanku yang telah meninggal, dan sekarang dia telah menjadi sekretaris dari istana. Dan kali ini dia datang ke sini sebagai pengawas.

          “Apa keinginan anda, tuan? Apapun itu akan saya lakukan. Apakah anda ingin menjadikan saya b*dak? ataukah anda menginginkan t*buh saya? saya sudah siap kapanpun tuan siap,” ucap kakak perempuan ini dengan nada datar tanpa ekspresi sama sekali, “Tapi sayangnya anda tidak bisa mengambil waktu “pert*ma kali” saya,” lanjutnya dengan tertawa seperti orang yang sudah tidak ingin hidup lagi di dunia ini. Seluruh tatapan dan nada bicara sudah tidak bernyawa lagi

          Seketika Eizell marah setelah mendengar kata-kata dari kakak perempuan itu. Jujur, aku tidak tahu penyebab Eizell marah, apakah itu karena kata-kata yang baru saja diucapkan kakak itu. Namun di sisi lain, yang dari tadi mencuri perhatianku adalah mengapa tatapan kakak perempuan itu tidak bernyawa sama sekali. Aku tidak tahu seberapa buruk pengalaman, dan perlakuan orang lain terhadapnya sampai-sampai dia seperti itu.

           Eizell mengarahkan tongkat sihir nya tepat ke wajah kakak perempuan itu, “apa kau benar-benar ingin mati sekarang juga, hah! Dasar orang tak tahu diri!” bentaknya yang sangat marah dan penuh dengan niat membunuh. Kemarahannya benar-benar sangat mengerikan bahkan bulu kudukku sedikit gemetaran. “Apa kau pikir Tuanku mengambilmu karena menginginkan t*buh sampahmu itu, hah! Jika memang tuanku ingin, dia bisa mengambil yang 1000 kali lebih baik darimu! Kau benar-benar tidak tahu diuntung! Sudah kami jaga, tapi balasanmu malah seperti ini! lebih baik sekarang kau mati saja, lagipula tidak ada yang mengingkan keberadaanmu dalam istana ini!” lanjutnya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. 


***

          ...lanjutkan di chapter 1-Awal Dari Segala Kesalahanku-Part 2 <:sebenarnya kalian semua tidak perlu meminta izin dariku dulu, karena di akhirnya nanti kalian pasti akan melakukannya dengan ancaman dan paksaan. Seperti yang sudah kalian sering lakukan terhadap kami, kaum kelas bawah yang tidak memiliki harta sedikitpun. sehingga nyawa, dan hak manusia kamipun menjadi lebih rendah dibanding harta di mata kalian. Hahahahaha!!!,” ucapnyadengan tertawa keras.>



Bersambung

***

Apakah Salah Jika kakakku adalah Seorang Pelac*r? Chapter 1-Awal dari Segala Kesalahanku-Part 1 merupakan salah satu dari rentetan seri web novel ini.

Sekian untuk halaman Apakah Salah Jika kakakku adalah Seorang Pelac*r? Chapter 1-Awal dari Segala Kesalahanku-Part 1. semoga bisa memberi cerita web novel sesuai dengan ekspetasi Para Pengunjung.

0 comments

Post a Comment